Thursday, May 17, 2012

Apa Itu Kartunet.com?

Apa itu kartunet.com?

Oleh Aris Yohanes
Salah satu admin Kartunet.com
Email : aris-yohanes@kartunet.com

Seiring dengan terus berkembangnya teknologi informasi, membuat pemikiran warga dunia semakin terbuka. Mereka bisa mengetahui apa yang terjadi di belahan bumi yang lain dengan hanya sekali klik di media yang bernama internet. Hal ini juga tidak melewatkan para tunanetra untuk turut serta aktif dalam perkembangan teknologi. Dengan adanya computer yang dilengkapi program pembaca layer atau screen reader, para tunanetra bisa mengakses internet bahkan membuat sebuah website professional.

Kartunet.com adalah sebuah website yang benar-benar dibuat dan dikembangkan oleh tunanetra. Kartunet adalah singkatan dari “karya Tunanetra”. Hal ini memiliki arti pendirian awal website dilakukan oleh para tunanetra. Tapi dalam pengembangannya bisa diturutsertakan siapa saja dan juga dapat dikunjungi oleh siapapun baik tunanetra atau orang normal. Website ini tidak hanya mengutamakan kemudahan bagi tunanetra dengan program pembaca layarnya, tapi juga keserasian design visual yang juga nikmat untuk dilihat bagi orang normal pada umumnya. Tidak perlu program khusus atau peraturan lainnya untuk mengunjunginya, hanya klik di http://www.kartunet.com dan siaplah website ini untuk anda jelajahi.

Mulai berdiri dan eksis di dunia cyber pada tanggal 19 Januari 2006, Kartunet.com memiliki visi dan misi yang seperti terdapat pada halaman tentang situs tersebut.

“Kartunet.com lahir atas kesadaraan kami untuk membuat pandangan baru kepada dunia terhadap tunanetra. Ide ini tercetus karena kami mengamati bahwa tunanetra mempunyai bakat-bakat terpendam yang belum tersalur. Oleh karena itu, kami terdorong untuk mendirikan website yang dapat digunakan sebagai media publikasi terhadap karya-karya mereka.”

Website ini memang dibuat sebagai media sosialisasi kepada masyarakat luas bahwa tunanetra juga bagian dari mereka dan bisa melakukan hal-hal yang mereka juga bisa lakukan. Tunanetra bukan makhluk yang harus disisihkan, dibelaskasihani, atau dianggap tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi para tunanetra ini adalah sama seperti manusia lain yang memiliki hak dan kewajiban. Mereka tidak menuntut perlakuan yang istimewa karena kekurangan yang mereka miliki, tetapi berikanlah persamaan hak sehingga dengan keterbatasan mereka bisa menunjukan kelebihan yang Tuhan berikan kepada hamba-hambaNya. Seperti moto situs kartunet.com yaitu “Mengatasi Keterbatasan Tanpa Batas”

Kartunet.com adalah website independent yang tidak berafiliasi dengan lembaga sosial atau komersial apapun. Kami benar-benar mengelola situs ini secara mandiri, tanpa ada intervensi atau dibawah naungan lembaga atau institusi tertentu. Sumber pendanaan situs selama ini berasal dari kantong masing-masing pengurus. Walaupun kami juga bersedia menerima donasi dari para dermawan yang peduli terhadap pengembangan situs ini. Baik itu berupa bantuan finansial, ide, atau ilmu yang bermanfaat bagi pengembangan website.

Konten dari kartunet.com adalah berbagai karya sastra baik itu cerpen, puisi, esei, cerita bersambung, dan cerita lucu. Karya-karya tersebut bukan hanya buatan para tunanetra, tapi juga berasal dari kiriman para pengunjung kartunet.com yang sebagian besar merupakan orang normal. Selain karya sastra, kartunet.com juga menerbitkan artikel-artikel dari para pengunjung situs. Kategorinya terdiri dari Politik, Ekonomi, Sosial dan budaya, Seni dan musik, pendidikan, serta info kecacatan. Adapun fasilitas terbaru dari kartunet.com adalah Forum Diskusi. Dengan alamat forum di http://www.forum.kartunet.com, anda bisa berdiskusi dengan sesama pengunjung kartunet.com baik mengenai Iptek, Sastra, Musik, Komputer, Isu Kecacatan, dan semua hal mengenai kartunet.

Pada awalnya, kartunet.com ini didirikan oleh empat orang yaitu Irawan Mulyanto, Dimas Prasetyo M, Aris Yohanes, dan M Ikhwan Toriqo. Mereka ini adalah sekelompok kecil tunanetra yang dengan satu tujuan yaitu membuat kehidupan tunanetra lebih baik, menggagas akan terbentuknya website ini. Mereka semua berstatus tunanetra. Di sini perlu diinformasikan bahwa tunanetra tidak harus kehilangan penglihatan 100% yang disebut buta total. Tapi juga ada yang masih memiliki sisa penglihatan 20% atau 40 % misalnya yang disebut low vision atau penglihatan terbatas.

Irawan Mulyanto adalah pemimpin atau leader dalam situs kartunet.com. Bertemu dengan pendiri kartunet.com yang lainnya di sebuah even tunanetra, Ia menyampaikan cita-cita dan harapannya tentang kemajuan tunanetra. Beliau mengatakan bahwa tunanetra bisa mandiri, tunanetra juga memiliki hak yang sama dalam pendidikan dan pekerjaan, serta tunanetra juga bisa mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa belas kasihan dari orang lain. Oleh karena itu, pria yang biasa disapa Iwa ini menyarankan kepada pendiri kartunet yang lainnya untuk membuat sebuah website. “Kalian kan sudah punya website pribadi masing-masing, sekarang bagaimana kalau kalian coba membuat sebuah website yang memiliki satu tujuan. Karena satu lidi tidak akan berarti tanpa diikat dengan lidi lainnya” jelas mas Iwa yang sekarang bekerja sebagai salah satu karyawan di Metro TV. Begitulah mas Iwa, yang walaupun belum lancar mengoperasikan komputer bicara (Sebuah komputer biasa bisa berupa laptop atau pc yang sudah di lengkapi dengan software pembaca layar atau screen reader) karena mengalami kebutaan sejak umur 26 tahun, tapi bisa menggerakkan pendiri kartunet yang lain untuk mencoba merealisasikan mimpinya.

Dimas Prasetyo M yang biasa dipanggil Dimas ini, berperan sebagai editor pada awal pendirian situs kartunet.com. Tugas editor di situs kartunet adalah memastikan kata-kata yang tepat untuk dipergunakan dalam halaman website dan menyaring karya atau artikel yang masuk untuk dipublikasikan. Mahasiswa sastra Inggris Universitas Indonesia ini memiliki hobi mengoperasikan komputer, menjelajah internet, dan menulis cerpen. Seperti pendiri kartunet yang lain, Ia sudah memiliki blog pribadi yang masih dikelolanya sampai sekarang.

Aris Yohanes yang biasa disapa Aris, berperan sebagai programmer di situs kartunet.com. Ia sangat gemar dalam dunia komputer terutama kode-kode pemrograman termasuk bahasa web programming seperti PHP, ASP, HTML, dan lain-lain. Aris sekarang sudah bekerja sebagai web maintainance di sebuah yayasan tunanetra. Walaupun memiliki kesibukan sendiri, alumnus SMA Negeri 66 Jakarta ini tetap berkomitmen demi kemajuan situs kartunet.com

M Ikhwan Toriqo yang memiliki nama panggilan Riqo bertugas sebagai designer dalam kartunet.com. Ia adalah seorang low vision yang masih memiliki sisa penglihatan. Jadi bisa diserahi amanat untuk mengurus tampilan visual situs. Mahasiswa Sastra Inggris UPI Bandung ini mempunyai bakat dibidang sastra yang besar. Ia sering membuat karya-karya seperti cerpen dan puisi yang pastinya diterbitkan juga di kartunet.com

Selama perjalanan situs yang sudah mencapai waktu dua tahun, pengurus kartunet.com bertambah. Yaitu dengan kehadiran Satrio dan Rafik Akbar. Satrio adalah mahasiswa Sastra Arab tingkat akhir di Universitas Negeri Jakarta. Sedangkan Rafik Akbar adalah mahasiswa Pendidikan Agama Islam di UIN Jakarta. Mereka berdua bertugas sebagai editor menggantikan tugas Dimas yang beralih di bagian maintenance.

Para pengurus kartunet.com melakukan tugas tidak dalam satu ruangan khusus atau tempat tertentu. Mereka melakukan tugas masing-masing di komputer masing-masing pula dengan koneksi internet handphone atau sumber lainnya. Mereka sangat jarang sekali berkumpul bersama untuk mengurusi website, karena kartunet.com adalah community on the web yang belum memiliki base camp. Jadi pekerjaan mereka dilakukan masing-masing dan saling lengkap-melengkapi kewajiban satu sama lain. Walaupun seperti itu, kami juga terus berusaha agar memiliki base camp dan bisa menjadi sebuah organisasi yang mewadahi segala kreativitas tunanetra.

Kita sudah mengetahui latar belakang didirikannya website ini serta orang-orang dibaliknya. Tapi apakah tujuan sebenarnya dari website ini?

Website ini pada intinya bertujuan untuk membuat kehidupan tunanetra menjadi lebih baik. Mereka juga bermaksud agar masyarakat faham tentang apa dan bagaimana tunanetra beraktivitas serta berinteraksi dalam masyarakat. Tujuan situs kartunet.com terdapat dalam halaman tentang di situs tersebut.

“Dengan adanya KARTUNET.Com, kami berharap bakat-bakat tunanetra bisa tersalur dalam potensi yang mereka miliki. Mungkin kami juga bisa menjadikan mereka penulis, komposer music, bahkan instruktur komputer. Kami berharap agar kami bisa membuat lapangan kerja tambahan untuk mereka. Tapi cita-cita kami ini tidak akan terwujut tanpa bantuan dan masukan dari para pengunjung situs kartunet.com”

Dalam tujuan didirikannya kartunet.com, jelas bahwa inti permasalahan yang dihadapi oleh tunanetra adalah penghidupan yang layak dan adanya lapangan kerja yang memadai bagi mereka. Selama ini banyak perusahaan atau instansi tertentu yang menolak pekerja dari kalangan tunanetra. Dengan alasan bahwa tidak ada fasilitas untuk mereka dan mungkin hanya akan membuat pihak perusahaan rugi karena memperkerjakan orang yang tidak berkompeten. Anggapan ini coba disanggah oleh para pendiri situs kartunet.com. Hal ini ditunjukan dengan salah satu kemampuan yang mereka miliki. Yaitu eksisnya situs kartunet.com di belantara internet dari jutaan situs lainnya.

Harapan pengurus kartunet untuk kartunet.com ke depan adalah agar website ini lebih populer dan banyak yang mengunjungi. Sehingga tujuan kartunet untuk bersosialisasi dan melayani masyarakat bisa terpenuhi. Kami juga akan terus mengengbangkan feature-feature website ini sehingga benar-benar menarik dan memiliki sesuatu yang unik dalam dunia cyber. Dalam jangka panjang, Kartunet.com menargetkan website disajikan dalam tiga bahasa. Bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang. Sehingga website ini dapat diakses oleh semua orang di seluruh pelosok dunia.

Pada akhirnya, kartunet berharap bagi pemerintah, pihak penyedia lapangan kerja, masyarakat, dan semua pihak melihat dan mengetahui bahwa inilah kami Tunanetra. Kami eksis di dunia ini dan bisa melakukan apa yang orang normal juga bisa lakukan walaupun dengan cara lain. Mereka harus terbuka, sehingga bisa memberikan hak para tunanetra yang sama dengan mereka. Persamaan dalam bidang pendidikan, lapangan pekerjaan, dan pengakuan sosial dalam masyarakat. Kami para tunanetra tidak akan menyerah dengan keadaan. Selalu berusaha untuk membuat semuanya lebih baik. Tak akan berhenti berjuang karena moto kami adalah “Mengatasi Keterbatasan tanpa Batas”.

*Tulisan pernah di terbitkan pada harian Media Indonesia tahun 2008

No comments: