Showing posts with label Kompas. Show all posts
Showing posts with label Kompas. Show all posts

Friday, December 07, 2012

Kartunet yang Bikin "Melek" Internet

Artikel diterbitkan di harian Kompas, 6 Desember 2012 halaman 14.
 Diawali dengan uang pemberian nenek dan uang patungan di tahun 2006, anak-anak muda dengan disabilitas netra membuat jaringan komunitas Kartunet. Kini, komunitas itu jadi oase ilmu bagi para penyandang disabilitas.


Klik saja Kartunet.com, maka berbagai tulisan mulai dari yang sifatnya informatif, seni, hingga tulisan kritis akan muncul di laman itu. Video tentang cara belajar internet bagi para tunanetra pun ada di link Youtube.
Kegiatan di Kartunet dikendalikan dari sebuah rumah mungil di Jalan Pepaya V, di belakang Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Di rumah itu para pemuda dengan disabilitas netra datang untuk belajar, mulai dari mengetik 10 jari, berinternet, hingga menulis di blog.
Penggagasnya adalah Irawan Mulyanto (25), Aris Yohanes (25), M Ikhwan Tariqo (24), dan Dimas P Muharam (24). Mereka mengawali pendirian Kartunet dari ngeblog iseng ke aktivitas ngeblog yang menyuarakan karya mereka.
”Sesuai namanya, Kartunet alias Karya Tuna Netra, ditujukan bagi masyarakat umum untuk memublikasikan kreasi dari penyandang lintas disabilitas,” kata Dimas yang juga penyandang disabilitas netra.
Munculnya Kartunet tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi dan semangat belajar mereka. Saat mengenal internet dan program screen reader (pembaca teks) di komputer tahun 2005, mereka belajar banyak tentang dunia teknologi informasi. Dulu mereka membuat blog dengan membuat program sendiri. Mereka belajar melakukan itu dari internet dengan bantuan screen reader.
Setelah bisa ngeblog, mereka membeli domain seharga Rp 250.000 setahun dengan uang patungan ditambah sumbangan nenek Riqo. Awalnya hanya teman-teman dekat yang mengakses, kini blog itu dikenal luas.
Kartunet unik karena merupakan sedikit dari domain yang dibuat para penyandang disabilitas netra. Di laman itu kita bisa membaca tulisan para penyandang disabilitas yang sangat mengikuti perkembangan teknologi, politik, hingga sastra.
Siapa pun boleh datang ke markas Kartunet, mengunggah di laman Kartunet tanpa dipungut biaya.
Karier baru
Dengan teknologi informasi yang mereka pelajari, anak-anak muda penyandang disabilitas netra kini punya pilihan karier lebih luas. Jika dulu hanya diarahkan menjadi tenaga fisioterapi dan seniman, kini mereka bisa menjadi penulis, pemrogram teknologi informasi, tenaga telemarketing, bahkan membuka usaha online.
Salah satu penyandang disabilitas netra, Oge, kini belajar teknologi informasi di Kartunet. Ia ingin membuka bisnis online.
Riqo dengan kemampuan komputer kini menjadi tenaga telemarketing. ”Tinggal klik data di komputer dan angkat telepon,” katanya.
Saat ini, di rumah Kartunet, yang hanya memiliki lima komputer, para pemuda penyandang disabilitas belajar untuk membentangkan masa depan lebih lebar.